Antonius Arry: Love What You Do and You Will Find a Way

0
1358

Indeks prestasi (IP) yang bagus membuat pria bernama lengkap Antonius Ari Pratomo ini dihadiahi sebuah. Lepas itu, pria kelahiran tahun 1976 dimaksud langsung mencoba peruntungan di balap lurus 201 meter alias drag race dengan menggunakan mobil produksi Negeri Sakura. Seiring berjalannya waktu pria yang hobil olahraga dan otomotif ini jatuh hati kepada pabrikan asal Stuttgart, Jerman, Mercedes-Benz.

Sesuai dengan mobil impian pada saat kuliah yang bermimpi memiliki W202, akhirnya Anton memilih untuk meminang W202. Karena hobi dengan kecepatan, Wikipedia menjadi pedoman untuk mencari tunggangan yang sesuai dengan hobi balapnya. C230 Kompressor menjadi pilihan sebagai tunggangan, karena dinilai mempunyai kecepatan yang mumpuni.

Anton-1

Karyawan sebuah perusahaan swasta ini awalnya belum tega menggunakan C230 Kompressornya untuk dipacu di ranah balap jalur lurus. Namun lambat laun pikirannya berubah.

“Kenapa enggak coba untuk dipakai balap saja C230 Kompressornya. Mobil Jepangnya dijual, alokasi dananya dipindah ke Mercedes-Benz,” ujarnya. Bermodalkan satu set saluran buang dari header hingga muffler untuk mendongkrak performance mobil, speed lover ini memacu di event D2 402 meter, 2014 silam pada kelas 17 detik dengan best time 16,7 detik.

Unknown

Tidak puas dengan hasil yang didapat, pria yang juga penikmat video drag race ini upgrade piggybag Q4 dan juga throttle control dan mendapatkan best time di 16 detik kecil. “Semua dilakukan berdasarkan riset sendiri dan tanya-tanya ke senior. Dan menurut salah punggawa salah satu tuner di daerah Jakarta selatan, ternyata Mercy tahun 1997 akhir teknologinya sama dengan teknologi mobil Jepang keluaran baru. Jadi kaget banget dan makin cinta sama Mercedes-Benz,” jelasnya.

Dari 5 kali ikut event resmi, anggota komunitas Mercedes-Benz W202 Club Indonesia dimaksud menjadi kampiun di kelas 18 detik dan peringkat tiga di kelas 17 detik. Ketika ditanya target kedepannya, Anton mengatakan butuh penjenjangan. “Target kedepan inginnya mengambil kelas sebelum Free For All (FFA), alias kelas 13 detik. Karena kita pakai modal sendiri dan pastinya membutuhkan budget dan waktu yang tidak sebentar walau untuk di kelas 13 detik. Kepingin sih mencoba turun di Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISOM) tapi balik lagi ke budget. Karena di ISOM tidak hanya mengutamakan mesin, tapi juga kaki-kaki yang biayanya selangit.”

Anton

Tidak ada hobi yang selamanya suka. Terkadang, kendala bisa menjadi duka saat kita tidak bisa menyikapinya dengan baik. Brand mobil yang berbeda dibanding pacuan drag lainnya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. “Karena mobil yang kita pakai ini beda dari kebanyakan yang orang pakai, ditambah kondisi mobil yang terbatas karena budget minim, bisa naik podium membuat kita bangga. Harapannya sih, ada sponsor yang tertarik. Apalagi brand yang kita bawa ini besar, Mercedes-Benz dan satu-satunya yang konsisten ikut di event resmi drag. Intinya sih “love what you and found a way”. Tekuni saja yang kamu cintai, nanti pasti ada jalannya,” ujar Anton.

Saat dikorek soal kegiatan lainnya di luar balap, Anton juga punya hobi mengoleksi diecast Mercedes-Benz. Dengan modal lebih dari 50 diecast Mercedes-Benz dengan skala 1:43, dirinya sekarang juga terdaftar sebagai anggota Mercedes-Benz Diecast Club Indonesia. “Lumayan buat investasi sih hobi yang di gelutin sekarang.” tutupnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY