Bruno Sacco: Torehan Emas Bahasa Desain Three Pointed Stars

0
830

Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas desain-desain Mercedes-Benz si babak terakhir abad ke dua puluh ini. Pria berdarah Italia yang teramat sangat teliti dan detail terhadap semua yang dikerjakannya. Inilah yang membuat pabrikan berlambang Thre-Pointed Stars ini terus mempekerjakannya kendati usianya mulai menua.

BRUNO SACCO 1Bruno Sacco yang lahir di provinsi Unide, Italia ini memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif sejak kecil setelah dia melihat sebuah Studebaker Commander Regal. Menurutnya, Studebaker rancangan Raymond Loewy tersebut berhasil membujuknya untuk berkarir di dunia desain mobil.

merc-557feffde79b2

Saat belajar di Technical University of Turin, Sacco mulai merancang body untuk rumah desain Ghia dan kemudian bekerja di Ghia sekaligus Pininfarina lepas lulus kuliah. Setelah puas bekerja di kedua rumah desain papan atas, pria kelahiran 12 November 77 tahun silam ini pindah ke Jerman dan mulai bekerja sebagai Stylist dan Engineer di Daimler-Benz tepat di usianya yang ke 24 di tahun 1958.

BRUNO SACCO

Mengikuti jejak Friedrich Geiger yang baru saja dipromosikan sebagai Chief Designer di Mercedes-Benz setelah 25 tahun bergabung dengan perusahaan ini, Bruno Sacco memutuskan untuk terus berinovasi melahirkan gaya desain sendiri. Alih-alih ditentang oleh petinggi Mercedes-Benz, idealism Sacco justru disenangi. Tak heran jika dia menjadi Chief of Body & Dimensional Design Department di 1970. Lima tahun kemudian suami dari Annemarie Ibe ini menggantikan Friedrich Geiger selaku Chief of Styling Department untuk seluruh kendaraan produksi Daimler-Benz, sebuah posisi yang diembannya hingga 1999.

BS-steering-MB-design

Sama seperti desainer otomotif lainnya, Bruno Sacco merupakan seorang forward-thinker. Dia selalu berpikir jauh lebih kedepan. Jika desainer otomotif hanya memiliki ide untuk membuat konsep antara lima hingga sepuluh tahun ke depan, maka Sacco mampu memikirkan sebuah konsep hingga tiga dekade ke muka sehingga sebagian besar desainnya tak lekang di makan waktu. Apalagi ayah dari seorang putrid bernama Marina ini memiliki filosofi desain yang terkenal adalah “Mercedes-Benz should always look like a Mercedes-Benz, no matter the era when it was built.”

BassamFellowsJournal_MercedesBenz600_6

Sejak mengemban tanggung jawab untuk mendandani semua mobil Mercedes-Benz, bus atau truk selama lebih dari 25 tahun, Bruno Sacco telah menorehkan tinta emas di dunia desain otomotif. Beberapa hasil guratannya yang paling ternama adalah Mercedes 600 W100 dan 230 SL “Pagoda” W113 roadster di bawah pengawasan Friedrich Geiger. Namun setelah menjadi Chief Designer di Mercedes-Benz, Sacco mampu menelurkan beberapa model yang menjadi ikon di dunianya.

1991_Mercedes-Benz_600SEL_(_W140_)_-_UK_version_002_1280

Seperti tiga generasi Mercedes-Benz S-Klasse (W126, W140 dan W220), Mercedes-Benz SL Roadster R129, C-Klasse generasi pertama (W202), CLK C208 & A208, Mercedes-Benz SLK roadster R170, M-Klasse generasi pertama dan bahkan Bruno Sacco juga memberikan sentuhan akhir pada smart city coupe. Namun di antara semua ikon tersebut, salah satu model yang sangat disukai oleh Sacco adalah Mercedes-Benz 190 W201.

W201

Memang, Sacco butuh beberapa tahun di awal karirnya untuk benar-benar mengerti budaya Daimler-Benz, tapi satu-satunya kata-kata yang sangat berharga baginya adalah yang keluar dari mulut Gottlieb Daimler, “nothing but the best.” Setelah 40 tahun, 24 tahun di antaranya sebagai Chief Designer, Bruno Sacco pensiun. Namun berkat peran dan sumbangsihnya di industri desain otomotif, nama besarnya akan selalu terpatri di tempat teratas designer’s hall of fame. Desainnya yang abadi akan terus dan selalu menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY