Deddy Rahmadi : Satukan MB Club Ina dengan Kultur Organisasi

1
1565

Datang dari dunia pendidikan, Deddy Rahmadi (54), President MB Club Ina Periode 2015-2017 akan berupaya menerapkan prinsipnya mengelola institusi pendidikan ke dalam klub ini. Buatnya, budaya dalam organisasi bisa jadi jurus ampuh untuk menyatukan keragaman yang ada di Mercedes-Benz Club Indonesia.

Pria berkacamata kelahiran Jakarta yang telah dikarunia dua orang anak ini juga beranggapan, bahwa eksistensi sebuah klub otomotif hanya tercermin dari kegiatannya. Maka, ia akan berusaha membuat MB Club Ina lebih dipandang berkat kegiatan-kegiatannya. Berikut hasil bincang-bincang singkat Mercedes Lounge dengan pria yang kerap disapa “Pak Guru” di sela-sela kesibukkanya menghadiri Sunday on the Road (SOTR) akhir pekan lalu.

Pak-Guru-Mercy-Tiger-1

Bagaimana kesibukkannya di sekolah, Pak Guru?

Iya, saya sehari-hari jadi pengelola di Global Islamic School yang berlokasi di Condet dan Serpong.

Sejak kapan jadi pengelola disana, Pak?

Sejak berdirinya sekolah itu. Tahun 2001. Makanya saya dipanggil Pak Guru karena datang dari dunia pendidikan. Dan nama itu yang bikin saya bahagia.

Pak-Guru-Mercy-Tiger

Memangnya Pak Guru punya latar belakang kependidikkan?

Saya sebenarnya orang farmasi. Kebetulan pemilik sekolah itu teman saya, ya saudara saya. Jadi kita bersama-sama membangun sekolah itu. Tapi sekolah itu murni dikelola oleh pihak-pihak yang profesional. Maksudnya, guru-guru, orang-orang yang ahli di bidangnya. Begitu…

Apa ada prinsip Pak Guru di dunia pendidikan yang bakal diterapkan selama memimpin Mercedes-Benz Club Indonesia?

Oh, ada-ada. Intinya saya punya trademark di sekolah itu namanya school culture, kultur sekolah itu yang Islamic. Itu yang selalu saya kembangkan disana. Di MB Club Ina itu sendiri, karena ini dari berbagai klub, saya akan menyatukan itu dengan kultur MB Club Ina. Yaitu menjunjung tinggi persaudaraan. Kita bebas politik, kita boleh bersendagurau di dalam klub ini dengan batas-batas yang sudah kita sepakati.

Pak-Guru-Mercy-Tiger-6

Sampai sekarang sudah berapa klub yang berada di bawah naungan Mercedes-Benz Club Indonesia, Pak Guru?

Ada delapan puluh satu klub seluruh Indonesia.

Sejak terpilih, bagaimana Pak Guru melihat kondisi Mercedes-Benz Club Indonesia secara umum?

Kalau MB Club Ina itu sendiri sudah solid dari awal berdiri sampai sekarang. Cuma memang butuh pembenahan-pembenahan yang kita rasa kurang baik. Kalau untuk yang baik akan kita lanjutkan. Kita harapkan ke depan makin solid.

Pak-Guru-Mercy-Tiger-5

Pada kepemimpinan Pak Guru, apa yang jadi fokus utama?

Kita akan lebih kepada manajemen MB Club Ina. Biar nanti akan mengoordinir lebih jauh lagi. Contohnya, kita akan menerbitkan hand book yang akan dipegang oleh masing-masing klub di bawah MB Club Ina. Yang isinya itu segala macam aturan bagaimana membuat klub yang baru, bagaimana melakukan kegiatan atau proposal. Yang selama ini belum ada rambu-rambunya yang jelas. Sehingga banyak kekeliruan. Pokoknya kita update lagi.

Kalau menurut Pak Guru, bagaimana potensi komunitas pengguna smart?

Potensi smart itu bagus, kita akui di MB Club Ina tapi mereka tidak punya hak suara dalam Munas.

Pak-Guru-Mercy-Tiger-4

Lalu, bagaimana agar punya hak suara?

Minimalnya mobil itu sepuluh tahun penggunaan. Jadi usianya yang kita lihat. Kayak klub W204 kemarin, itu kan mobil-mobil baru. Mereka boleh kita masukkan tapi sebagai community-nya. Bedanya dengan yang lain, mereka boleh ikut segala acara tapi belum punya suara.

Nah, kalau boleh diceritakan, bagaimana dukungan ATPM pada MB Club Ina?

Wah, luar biasa. MB Club Ina ini sampai diakui di museum Mercedes-Benz di Stuttgart. Jadi disana mereka hanya kenal satu klub di Indonesia yaitu MB Club Ina. Dan itu ada sembilan puluh negara di dunia. Pokoknya one country, one club.

Pak-Guru-Mercy-Tiger-3

Ada rencana kerjasama dengan Mercedes-Benz Club negara lain?

Nah, biasanya yang seperti itu dengan Asia-Pasifik. Biasanya berpusat di Hongkong. Dan ada kemungkinan calon President Asia-Pasifik bersal dari negara yang ada di dalamnya, seperti Indonesia. Pokoknya saya ciptakan supaya MB Club Ina itu bisa dipandang, bisa dilihat. Karena klub itu cuma dilihat dari kegiatannya.

Untuk tahun ini ada berapa klub yang ditargetkan bergabung?

Embrionya sudah banyak sekali tapi begini, lho, melahirkan embrio juga ada syaratnya. Tidak segampang itu, ada jumlah tertentu. Kalau regional itu sekitar dua puluh mobil dulu. Dua puluh mobil itu belum masuk klub. Contohnya, Sukabumi mau bikin. Jangan ada orang Bogor disitu. Yang kedua, mereka mengikuti kegiatan MB Club Ina minimal dua kali dalam satu tahun. Seperti sebagai peserta di Jambore. Begitu…

Pak-Guru-Mercy-Tiger-2

Punya hobi lain diluar otomotif, Pak Guru?

Saya hobi jalan kaki sama main sepeda.

Terakhir, menurut Pak Guru apa istimewanya Mercedes-Benz dibanding mobil lain?

Lebih comfort, lebih convenient. Dan benar-benar bisa diandalkan dari segi kenyamanan dan keselamatan.

1 COMMENT

  1. Setuju bgt ada panduan yg baku dr MBClub Ina ytk masing2 club yg ada di bwh nya, terutama mslh pembentukan club baru. Bravo MB Club Ina…..

LEAVE A REPLY