Dr Masao Kozu : For the Love of the Three-pointed Star

0
1265

Masao Kozu telah melukis Mercedes-Benz selama lebih dari lima puluh lima tahun. Sampai saat ini, ia telah menghasilkan lebih dari lima ribu lukisan yang ia tuangkan dalam gaya hitam putih maupun berwarna. Sebagai member Mercedes-Benz Club of Japan, Dr. Masao Kozu pernah dianugerahi Silver Star Award pada tahun 2011 sebagai penghargaan bagi karya-karyanya.

Masao Kozu 7

Kecintaannya pada Mercedes-Benz bermula pada tahun 1947. Kozu yang baru berusia enam belas tahun melihat mobil dengan tampilan luar biasa di sebuah jalanan Tokyo. Yang sontak membuat Kozu terpesona. Kozu menyebut desain mobil tersebut “bersemangat dan gaya.” Yang diwakili oleh desain harmonis dengan lambang bintang di depannya.

Masao Kozu 11

“Saya sangat bersemangat.” kenangnya akan perjumpaan pertama tersebut. Belakangan Kozu mengetahui, mobil tersebut merupakan Mercedes-Benz 320 Cabriolet B, lansiran 1937 lebih tepatnya. Lebih lanjut, Kozu bercerita, sebelum melihat 320 Cabriolet B, ia hanya menyukai mobil-mobil Amerika Serikat.

Masao Kozu 10

Rasa penasaran Kozu akan Mercedes-Benz berlanjut. Pada saat ia berusia dua puluh tahun, Kozu memberanikan diri mengirim surat ke Stuttgart. Meminta Mercedes-Benz untuk memberi informasi lebih banyak akan produk-produk mereka. Tak lama, kepala urusan perikalanan Mercedes-Benz kala itu Freidrich Pattosien membalasnya dengan mengirim foto-foto dan brosur Mercedes-Benz.

Masao Kozu 9

Sama halnya dengan yang dilakukan Hans Lika, Ilustrator Mercedes-Benz saat itu yang mengirim buku berisi sketsa 300 Saloon. Barulah pada 1956 Masao Kozu melukis mobil-mobil Mercedes-Benz. Mulai dari Patent-Motorwagen karya Carl Benz sampai dengan mobil-mobil konsep terbaru. Termasuk model legendaris seperti Mercedes-Simplex, C 111, dan varian yang datang dari model bus serta pemadam kebakaran.

Masao Kozu 8-2

Dalam menuangkan karyanya, Kozu hanya menggunakan pensil dan cat air. Dengan begitu ia bisa menghasilkan karya yang sangat rinci. Untuk satu buah lukisan, biasanya Kozu membutuhkan waktu dua sampai tiga jam untuk menyelesaikannya.

Masao Kozu  4

Ia juga lebih senang menggunakan mobil asli sebagai modelnya. Yang membuat seniman otodidak ini sering bolak-balik ke Stuttgart untuk mengunjungi Mercedes-Benz Museum. Walau namanya sudah populer sebagai tamu sejak tahun 1960, ia tak pernah menyombongkan diri. Seperti, sengaja mengumumkan rencana kedatangannya agar pihak musem bersiap. Kozu berkilah, “Saya tidak ingin mengganggu orang.”

Masao Kozu 1

Sampai pada tahun 2011, ia menggapai puncak kebahagiannya. Antusiasmenya pada Mercedes-Benz yang telah berlangsung selama beberapa dekade akhirnya mendapat pengakuan pada selebrasi mobil yang ke 125 tahun. Kozu menerima Silver Star Award di Berlin. Penghargaan yang hanya diberikan kepada member resmi Mercedes-Benz Club yang dinilai paling layak.

Masao Kozu 5

“Itu adalah hari yang paling indah dalam hidup saya,” ujar Kozu tentang penghargaan yang diterimanya. Saat ini Kozu memang telah pensiun dari hobinya. Dan lebih disibukkan mengurus Mercedes-benz 190 E lansiran 1993 yang ia miliki sejak kali pertama mobil itu rilis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY