Kasus Mesin Diesel Produksi Daimler AG Mulai Membaik

0
585

Akhir 2015 lalu menjadi bulan terburuk bagi Volkswagen dan Daimler AG. Karena 11 juta unit kendaraan VW terbukti menggunakan alat untuk memanipulasi data hasil uji emisi. Mesin diesel BlueTECH berkapasitas 2.0 liter yang digunakan VW tersebut adalah buatan Mercedes-Benz, Daimler AG.

Kasus ini pertama kali diungkap pada 18 Sepetember 2015 silam oleh Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA). Namun, dengan berjalannya waktu menginjak 2016 ini, Daimler AG sebagai perakit mesin diesel tersebut sudah merasa tenang, setelah kasus ini mulai mereda oleh Departermen Kehakiman Amerika Serikat.

Pihak penggugat mempermaslahkan Daimler AG bahwa terdapat 600.000 mesin BlueTECH diesel VW yang terkena kasus. Penggugat menganggap, sistem nitrogen yang digunakan dapat mengurankan oksida dengan mematikannya pada suhu 50 derajat, mobil seperti ini dapat mencemari lingkungan sesuai yang ditetapkan Clean Air Act.

Tapi peryataan penggugat tidak masuk akal. Menurut Daimler, gugatan yang diajukan tidak mendasar, bahwa penyelidikan Departemen Kehakiman tidak ada hubungannya. Akhirnya, dengan berlangsungnya sidang Pada 21 April 2016 kemarin, akhirnya VW mencapai kesepakatan tentatif. Hakim Amerika Serikat memutuskan bahwa VW boleh menjual kembali ratusan ribu kendaraanya yang menggunakan mesin BlueTECH milik Daimler AG.

“ Daimler bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang. Akibatnya Daimler akan menyelidiki kemungkinan indikasi penyimpangan dan tentu saja mengambil semua tindakan yang diperlukan,” jelas pernyataan tertulis Daimler AG, seperti dilansir Autoblogs (22/4).

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY