Kisah Sukses si Pagoda (Tamat) : Lahirnya Sang Penerus

0
1647
Mercedes-Benz 250SL Pagoda 2

Pada 27 Februari 1967, Mercedes-Benz 250 SL mulai diluncurkan ke hadapan publik. Kehadirannya menggantikan 230 SL yang telah diproduksi selama empat tahun. Sekilas tampang dari model baru yang sejatinya sudah diproduksi sejak Desember 1966 ini tidak berbeda dibanding pendahulunya. Perubahan besar hanya terjadi pada mesin dan sistem pengereman.

Mercedes-Benz 250SL Pagoda 2

 

Kedua komponen ini diambil dan sedikit dimodifikasi dari 250 SE (W 108 III). Kapasitas dari dapur pacu berkode M 129 III tersebut dinaikkan 200 cc namun memiliki output yang sama dengan 230 SL (147 HP @ 5.500 rpm) namun menghasilkan torsi 10% lebih besar dan torque curve yang lebih merata. Walau demikian, model 250 SL tidak mampu mencapai kecepatan puncak seperti varian sebelumnya akibat bobot tubuh yang lebih berat. Top speed dari Pagoda ini hanya mencapai 195 km/jam dengan transmisi manual 4-speed tergantung final drive ratio (standar: 1:3.92, optional: 1:3.69). Sementara pada transmisi manual 5-speed yang hanya tersedia di satu varian (1:4.08) dapat menembus 200 km/jam.

Mercedes-Benz 250SL Pagoda 2

Perubahan pada sistem rem termasuk tersedianya rem cakram pada roda belakang, dimensi rem cakram lebih besar di depan, dan pemasangan brake power regulator untuk mencegah overbraking di roda belakang. Selain perangkat opsional differential lock, kapasitas tangki bensin juga dibengkakkan menjadi 82 liter (dari 65 liter). Sebagai tambahan dari tiga versi body yang sebelumnya telah ada di 230 SL, pada 250 SL juga dibuat versi ke empat, Coupe dengan kursi belakang, yang memulai debutnya di Geneva Motor Show, Maret 1967. Model ini kerap dijuluki sebagai California version yang mengeliminir kompartemen soft-topnya untuk mengakomodir kursi belakang.

Mercedes-Benz 280SL Pagoda 2

Setelah memproduksi sebanyak 5.196 unit selama setahun sejak kehadiran 250 SL, model ini digantikan oleh 280 SL yang dipersenjatai dengan mesin berkapasitas 2.8 liter yang mampu memproduksi tenaga hingga 167 HP pada 5750 rpm. Mesin berkode M 130 yang digunakan di 280 SL tersebut memiliki tenaga lebih besar 10 HP dibanding yang diadopsi 280 SE. Tak ayal akselerasinya juga meningkat, dari 0 – 100 km/jam dilahap dalam waktu kurang dari 9 detik dengan kecepatan puncak mencapai 200 km/jam (pada versi soft top).
Mercedes-Benz 280SL Pagoda 2

Revisi pada sistem suspensi untuk meningkatkan kenyamanan plus segudang inovasi lainnya membuat Mercedes-Benz 280 SL laku hingga 23.885 unit. Secara keseluruhan, mulai dari 1963 hingga 1971, total produksi Pagoda mencapai angka 48.912 unit. Dan hari ini, berkat kualitas, kemewahan dan aura sportinya membuat W 113 series menjadi mobil impian dan buruan para restorer dan kolektor.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY