Mercedes-Benz 300 SLR: Si Raja Sirkuit

0
749

Mercedes-Benz 300 SLR jadi salah satu mobil paling spesial yang pernah dilahirkan. Prestasi, engineer, dan mesin yang dimilikinya merupakan tiga faktor paling penting. Adalah Rudolf Uhlenhaut, orang yang berada di balik kesuksesan 300 SLR. Setelah lima tahun bergabung, ia berhasil membawa Mercedes-Benz menjadi World Champions pada 1937.

23.04.2015_Classic Insight “Erfolgsgeschichten 1955“

Sebagai teknisi, tak jarang Uhlenhaut turun langsung untuk merasakan mobil-mobil rancangannya. Mengingat risiko yang begitu besar, Mercedes-Benz melarangnya untuk melanjutkan pendekatan tersebut dalam mengembangkan mobil-mobilnya. Lantas ia lebih sering mengasah kemampuannya di balik kemudi di jalan-jalan Stuttgart. Sampai-sampai 300 SLR miliknya dianggap sebagai mobil paling cepat di jalanan kota itu.

Caption orig.: Mille Miglia, Brescia in Italien, 1. Mai 1955. Stirling Moss und Denis Jenkinson gewannen mit Mercedes-Benz-Rennsportwagen Typ 300 SLR das Rennen.

Kebiasaan Uhlenhaut membesut mobilnya di jalan raya ternyata berbuah manis. Karena situasi jalan raya yang ia pahami membawa kesuksesan saat menggawangi 300 SLR turun di ajang Mille Miglia. Balapan terpanjang di Italia yang menggambil tempat di jalan raya umum. Tak sama dengan miliknya, 300 SLR Mille Miglia punya spesifikasi yang berbeda. Satu-satunya alasan karena tidak banyak aturan yang membatasi engineer berkreasi pada mobilnya.

23.04.2015_Classic Insight “Erfolgsgeschichten 1955“

Bodinya terbuat dari Elektron, magnesium alloy paling ringan karena carbon fiber belum populer saat itu. Penempatan mesin sudah layaknya supercars modern yang bergaya front-mid karena mesin diposisikan tepat di belakang as roda depan. Gaya Hot Rod di buritan terinspirasi dari pesawat tempur era Perang Dunia ke-2, Messerschmitt Bf 109E. Plus, 300 SLR juga meminjam teknologi direct fuel injection system dari pesawat tempur ini.

1955_Mercedes-Benz-300_SLR_1955-07

Pada masanya, 300 SLR jadi mobil paling cepat dari ringan. Keduanya adalah rumus umum untuk memenangkan berbagai balap. Tapi untuk menaklukan karakteristik jalanan perkotaan, orang menganggap hanya Uhlenhaut yang paham caranya. Akhirnya pada tahun 1955 kehormatan tersebut jatuh pada pembalap asal Inggirs Stirling Moss dan co-driver Denis Jenkinson untuk membesut 300 SLR sejauh 1000 mil pada balap Mille Miglia.

1955_Mercedes-Benz_300_SLR_(_W196S_)_004_9872

Dengan membawa beban 265 liter bahan bakar, 300 SLR masih mampu meraih kecepatan hingga 240 km perjam. Melaju dengan kecepatan rata-rata 160 km perjam. Dan berhasil melintasi garis finish setelah berlari selama lebih dari sepuluh jam. Kejeniusan disain yang diusungnya masih menjadi tolak ukur mobil balap yang ideal sampai dengan saat ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY