Mercedes-Benz E300 Elegance W212: Akrab dengan Aspal, Nyaman untuk Harian

0
2396
Modifikasi-Mercedes-Benz-E300-Elegance-W212

Berkutat dengan pekerjaan setiap hari memang terkadang kerap membuat penat di kepala membuncah. Belum lagi stagnansi jalan lantaran membludaknya volume kendaraan kerap membuat tingkat emosi orang meningkat. Lalu bagaimana jalan keluar yang paling mudah sebagai pencair? Tentunya dengan menyalurkan hobi sambil bercengkerama dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama.

Modifikasi-Mercedes-Benz-E300-Elegance-W212

Seperti yang dilakukan oleh pria bernama Denny Aldila Hari Putra ini. Ya, kegandrungannya akan ranah otomotif membuat pria berkacamata ini bergabung dengan komunitas Mercedes-Benz W212 Community Indonesia. Akibat tampilan mobilnya nyaris serupa dengan pacuan anggota komunitas yang terbentuk di Februari 2016, membuat Denny memutar otak. Lantas, langkah jitu pun diambil. Modifikasi.

Modifikasi-Mercedes-Benz-E300-Elegance-W212

“Saya ingin mobil saya terlihat berbeda dengan yang lain, namun masih nyaman untuk dibesut setiap hari. Dan hasilnya memuaskan. Mobil ini bisa menemani saya kuliah dan masih bisa dipakai jalan-jalan,” ujarnya.

Modifikasi-Mercedes-Benz-E300-Elegance-W212

Yang pertama dilakukan adalah mencangkok satu set body kit bawaan Mercedes-Benz E63 AMG. Tidak ada kesulitan yang berarti saat peranti pendongkrak aerodinamika keluaran Affalterbach ini dipasang. Tinggal plug and play. Agar tampilannya lebih agresif, Denny sengaja mencomot roof spoiler dan boot lid serat karbon, memodifikasi splitter, memasang grille AMG hingga mengaplikasikan rear diffuser carbon fiber milik Mercedes-Benz E400.

Modifikasi-Mercedes-Benz-E300-Elegance-W212

Mungkin buat sebagian orang modifikasi seperti di atas sudah cukup mumpuni sebagai pendongkrak tampilan. Tapi tidak dengan Denny. Agar lebih akrab dengan dengan aspal sekaligus punya tampilan merunduk, mahasiswa kelahiran Malang 24 tahun silam ini memadankan antara sistem coilover dengan air suspension yang akrab disebut coilover bagged. Masalah mulai timbul saat satu set lingkar besi Vorsteiner VSC berdimensi 19×9,5 dan 20×12,5 di depan dan belakang dipasang. Saat suspensi udara diturunkan dari panel airsus di ruang kabin, ban Toyo mentok di fender. Solusinya fender depan dan belakang harus diroll sebanyak 2cm.

Modifikasi-Mercedes-Benz-E300-Elegance-W212

Menurut Denny, nantinya velg E300 beraliran Stance miliknya ini akan diganti dengan merk dan model lain. “Agar tidak bosan saja. Paling sama pasang splitter di sekeliling body agar terlihat lebih rebah.” Nice!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY