Mercedes-Benz SL Jadi Obsesi Berbalut Latex

0
547

Mercedes-Benz merilis fashion campaign dan film untuk Autumn/Winter 2016 bertajuk “Obession with an Icon. Kampanye ini melibatkan satu model SL terbaru yang diramu dalam sebuah proyek khusus bertema ikon melibatkan fotografer Amerika Jeff Bark, supermodel Rusia Natasha Poly dan desainer Jepang Atsuko Kudo.

Dalam “Obsession with an Icon”, SL keluaran paling anyar ini diarahkan menjadi pusat perhatian utama dengan menguatkan desainnya yang khas dan menggoda. Untuk tujuan tersebut proyek ini menggunakan material latex sebagai pelapis untuk menonjolkan garis-garis dan lekuk tubuh roadster sensual ini. Semuanya disempurnakan dengan Natasha Poly yang berpose dalam satu frame dalam balutan busana latex melilit tubuh berwarna sama.

“Bagi saya, fotografi itu hanya tentang cahaya dan warna. Jadi dalam kasus ini saya ingin menerangi mobil untuk memperkuat bentuk dan kualitas tiga dimensinya, namun dengan latex sebagai kulit kedua,” jelas Jeff Bark.

Untuk konsep ini, Jeff Bark mendapat rekan yang tepat. Desainer Atsuko Kudo kerap bermitra dengan sang fotografer dalam beragam proyek. Dan latex adalah spesialisasi bagi wanita Jepang ini. Dalam Obsesion with an Icon, yang digunakan adalah latex berwarna biru merak yang menyala terang.

Atsuko Kudo, yang bukan nama baru di dunia fashion, sangat mudah mendapatkan koneksi dengan mobil saat pertama kali mendapat kabar tentang kampanye ini. Lima lembar latex buatan sendiri dibuat terpisah untuk dibalutkan kepada mobil. Direkatkan dan dipoles dengan tangan, senti demi senti, oleh tangan dingin yang kerap menggarap busana dari ikon fashion kelas dunia seperti Liu Wen, Kim Kardashian dan Lady Gaga.

“Tidak seperti model lain, SL bagaikan sebuah mitos di Mercedes-Benz. Coba bayangkan 300 SL atau Pagoda yang legendaris. Kendaraan yang tidak lekang dimakan waktu. Sebuah ikon yang lahir kembali dalam desain yang baru dan terus berulang dengan inovasi baru,” jelas Dr. Jens Thiemer, Vice President Marketing Mercedes-Benz Cars.

“Sebuah ikon harus menjadi sebuah obsesi, lebih dari sekedar dicintai orang. Satu hal yang pasti tentang Mercedes-Benz adalah, merek ini dicintai oleh semua orang secara universal,” tutup Jeff.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY