Rheinno Permata Soufyan: Pentingnya Menjaga Citra Klub

0
981
Rheinno-Permata-Soufyan

Lahir dari keluarga yang identik dengan mobil-mobil off-road, ternyata tetap tak mampu menghalangi d kecintaan Rheinno Permata Sofyan terhadap Mercedes-Benz. Bahkan berkat kecintaannya terhadap mobil produksi manufaktur berlambang three-pointed stars tersebut, ia sempat memegang berbagai jabatan penting di beberapa komunitas Mercedes-Benz. Hingga akhirnya menjabat selaku Presiden Mercedes Benz Club Indonesia (MB Club Ina) yang menaungi banyak komunitas Mercedes-Benz di Indonesia beberapa waktu lalu.

Rheinno-Permata-Soufyan

“Saya sebetulnya sudah lama kenal Mercy, cuma karena bapak saya dulu kan orang tambang jadi mobilnya itu mobil-mobil off-road. Lalu dulu waktu SMA, kan banyak tuh ada Mercy Tiger, Kebo, dan sebagainya. Ternyata om saya punya punya Tiger pada waktu itu, cuma karena harganya mahal sekali jadi setelah kumpul-kumpul akhirnya hanya kebeli Boxer. Nah, dari situ saya jatuh cinta sama Mercedes-Benz,” ujar pria bersahaja ini.

Rheinno-Permata-Soufyan

Jaga Imej Klub Itu Penting

Baginya, menjaga imej suatu klub itu sangat penting. Menurutnya, suatu klub yang baik itu adalah yang mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat, tidak hanya menjadi ajang arogansi dan sombong-sombongan. Apalagi, Merdeces-Benz termasuk salah satu mobil yang rata-rata berharga cukup tinggi, sehingga tak jarang pemiliknya bersikap arogan dan sombong.

Rheinno-Permata-Soufyan

Oleh sebab itu, ia selalu berpesan kepada seluruh anggota untuk selalu mematuhi peraturan ketika sedang mengadakan suatu event. Jangan sampai masyarakat kehilangan respect atas perilaku negatif yang dilakukan oleh suatu klub mobil.

Rheinno-Permata-Soufyan

“Touring misalnya, harus ada aturan mainnya, enggak boleh nutupin jalan, lampu merah dibablas, nah yang kayak begitu jangan. Kalau beneran touring ya touring tapi mematuhi aturan, jangan sampai orang melihat imej jelek terhadap klub. Banyak kita lihat beberapa klub lain imejnya turun karena enggak sesuai aturan. Akhirnya orang bete dan enggak mau beli brand itu lagi,” terang pria yang mengkoleksi beberapa unit Mercedes-Benz di garasinya ini.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY