Richard Pardede : Tentukan Minat Sebelum Koleksi Diecast!

0
1417

Direktur Independen PT Mitrabara Adiperdana, Tbk ini punya cara sendiri untuk menghabiskan sisa-sisa waktunya. Di tengah kondisi bisnis batu bara yang sedang semerawut, Richard Pardede (43) senang menikmati teh hijau sambil melihat koleksi diecast-nya yang berjumlah sampai lima ratusan untuk mengusir stres sepulang kerja. Ia pun punya alasan yang begitu mendalam tentang pilihannya mencintai Mercedes-Benz. Simak hasil obrolan Mercedes Lounge dengan pria ramah yang pernah menyesal membuang diecast langka pemberian orangtuanya saat kecil ini.

Sehari-hari sibuk apa, nih, Mas Richard?

Kebetulan saya dipercaya menjabat sebagai Direktur Independen perusahan batu bara PT Mitrabara Adiperdana, Tbk. Tugas saya, ya, menjaga agar tata kelola perusahaan berjalan dengan baik.

Wah, bagaimana kondisi bisnis batu bara sekarang?

Aduh, lagi sibuk banget. Terutama kalau kita melihat kondisinya yang lagi berada di titik nadir selama 30 tahun terakhir bisnis batu bara Indonesia. Jadi kita lagi fight banget agar tetap eksis tanpa harus memangkas jumlah karyawan.

Nah, kalau untuk di komunitas sendiri bagaimana kegiatannya?

Kalau untuk di komunitas sebetulnya saya lebih banyak memosisikan diri sebagai member saja, deh. Jujur saja  karena waktunya gak ada. Kan, kasian juga kalau teman-teman terbengkalai.

MDCi---Richard-4

Boleh tahu gak apa mobil pertama Mas Richard?

Mercy Kebo produksi tahun 70 warna biru dongker, interiornya krem. Waktu saya pulang dari Amerika itu tahun 1996, mobil itu jogrog di rumah. Nah, waktu itu orang pakai Mercy belum dianggap, jadi saya sehari-hari pakai Genio. Sampai satu saat, saya lagi nongkrong di Kemang, mobil itu ditawar sama bule. Jadi saya pikir mobil ini harus diapresiasi. Akhirnya saya rawat sampai sekarang.

Kalau yang pertama kali ngajarin nyetir siapa?

Hahaha, dulu yang ngajarin nyetir supir. Pake mobil Willis.

Menurut Mas Richard, apa sih istimewanya mobil Mercedes-Benz?

Cerita ini bisa jadi catatan, karena setahu saya Mercedes-Benz adalah mobil pertama yang mendapat hak paten di dunia. Bukan Ford. Kedua, karena saya orang Batak dan yang pertama kali membawa Kristen ke Batak itu setahu saya orang Jerman. Namanya Ludwig Ingwer Nommensen. Nah, saat melakukan penyebaran beliau pakai Mercedes-Benz. Jadi orang Batak melihat mobil orang suci itu Mercedes-Benz. Hahaha. Jadi kebawalah paradigma itu ke dalam keluarga.

Dari semua koleksi Mercedes-Benz, model apa yang jadi favorit?

Mercedes-Benz SL 230 ‘98, warna biru. Mobil ini spesial bagi saya karena mobil ini three in one. Dia bisa jadi roadster dengan atap kanvas, bisa jadi copue pakai hardtop, dan yang terakhir jadi cabriolet kalau terbuka semuanya.

Kalau koleksi yang belum terwujud apa?
E-Class Cabriolet W212. Sebetulnya, bukan tantangan bagi saya untuk ngincer mobil baru karena semua orang bisa beli. Tapi mobil ini saya incer karena istri saya juga suka.

MDCI---Richard

Wah, nyonya juga hobi otomotif?

Oh, iya, kalau saya pakai SL dia pakai SLK. Kadang-kadang juga pakai G-Class short wheel base. Dengan posturnya 163 cm, pakai G-Class kan orang jadi pada takut.

Gak takut lecet tuh koleksi dipinjam istri?

Hahaha, gak kok. Soalnya dia juga peduli sama mobil. Lagian kalau lecet juga kan betulinnya pakai duit dia.

Kalau awal ceritanya suka diecast bagaimana?

Berawal saat saya kerja ke Surabaya tahun 2002, saya lihat mainan persis Mercy Kebo saya. Terus saya beli Tiger, saya juga lihat mainannya. Nah, mulai saat itu kalau saya punya mobil baru saya juga harus punya mainanannya.

Kalau mobilnya dijual mainannya bagaimana?

Saya jadikan alat tukar untuk diecast yang baru. Jadi, di komunitas inilah ekonomi tradisional kembali terjadi. Hahaha.

Kalau boleh tahu total diecast koleksinya ada berapa?

Kira-kira lima ratus buah. Saya tata rapi di rumah karena istri saya gak suka kalau berantakan. Pokoknya, saya harus punya semua varian dari delapan model Mercedes-Benz yang saya punya. Termasuk pernak-pernik lainnya seperti buku-buku tentang mobil itu. Jadi saya konsisten.

MDCi---Richard-3

Rajin banget sampai bukunya dikoleksi.

Iya, itu karena saya berusaha menghargai mobil-mobil saya. Kayaknya saya gak akan jual mobil-mobil itu. Nambah mungkin.

Bagaimana pendapat Mas Richard tentang anggapan “Udah gede masih main mobil-mobilan”?

Nah, perlu dibedakan antara yang sekedar mainan anak-anak dengan collectible item. Misalnya, detail pada kemasan yang menerangkan sejarah mobil itu. Dan diecast itu gak bisa didapat begitu saja. Tapi perlu usaha untuk mendapatkannya, pre-order misalnya. Dan biasanya itu limited edition.

Jadi, syarat diecast yang harus dipunya itu seperti apa?

Saya harus punya 1:1-nya dulu. Kemudian saya buru semua varian bahkan warna yanga keluar. Sialnya, mobil 1:1 koleksi saya mobil tua semua jadi diecast-nya sudah gak ada di Indonesia. Mau gak mau saya uber ke luar.

Cara paling asyik nikmatin koleksi diecast itu bagaimana, sih?

Pulang kerja, minum the hijau, terus ngeliatin koleksi, deh.

Ada pengalaman unik gak sama koleksi diecast-nya?

Jadi, waktu saya kecil pernah dibelikan diecast Matchbox Mercy Mini sama ayah saya. Pas sudah besar ibu saya bilang, “Kamu dulu pernah punya mainan itu tapi kamu buang-buang.” Wah, saya jadi stres, akhirnya saya cari, ketemu di Lithuania. Akhirnya saya titip teman saya yang kesana.

MDCI---Richard-6

Gimana cara Mas Richard merawat koleksinya?

Cara bersihkannya pakai make-up brush terus taruh di lemari. Jangan lupa kasih silica gel dan air setengah gelas. Biar gak terlalu lembab dan gak terlalu kering juga.

Untuk pemula yang baru mau ngoleksi diecast, apa tips Mas Richard?

Wah bagus, ini penting. Pertama kenali kemampuan dan minat diri sendiri. Mau ngoleksi aliran apa? Pokoknya jangan sampai hobi ini jadi penyakit. Karena kalau diikutin terus mainan ini bakal unlimited dan itu gak bagus untuk kocek. Misal, kalau suka jip, tentukan lagi jip Amerika, Eropa, atau Jepang. Kemudian yang long wheel base atau short? Kalau sudah yakin, baru deh mulai ngumpulin.

Terkahir, punya hobi diluar mobil gak?

Punya, saya suka olehraga ekstrim. Kayak downhill atau skate board. Saya udah 43 tahun tapi tetap ingin kelihatan segar.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY